HIPERREALITAS JOKOWI PADA VIDEO OPENING CEREMONY ASIAN GAMES 2018
DOI:
https://doi.org/10.32509/wacana.v18i1.793Keywords:
hyperreality, Multimodality, Political Actor, Jokowi, videoAbstract
Munculnya Jokowi yang melakukan aksi layaknya pebalap motor profesional dalam video opening ceremony Asian Games 2018 sempat viral hingga ke negara lain. Aksi Jokowi tersebut sempat dikira benar dilakukan oleh Jokowi, tanpa adanya bantuan stuntman. Masyarakat dibuat percaya dengan apa yang dilakukan Jokowi. Inilah yang menurut Baudrillard merupakan sebuah hiperrealitas, satu kondisi, dimana kepalsuan berbaur dengan keaslian. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hiperrealitas yang terdapat dalam video opening ceremony Asian Games 2018 ditampilkan. Penelitian ini diteliti dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode multimodality berbasis semiotika sosial M. A. K Halliday. Hasilnya, Jokowi memanfaatkan media yang mendukung Pemerintah untuk tampil dalam video opening ceremony yang mengandung hiperrealitas untuk meningkatkan elektabilitasnya dalam pemilu presiden 2019-2024.References
Baudrillard, Jean. 1983. Simulations. New York: Semiotext(e)
Baudrillard, Jean. 2017. London: The Consumer Society. Sage Publications.
Best Steven & Douglas Kellner. 1991. The Postmodern Adventure: Science, Technology, and Cultural Studies at the Third Millennium. New York: Guildford Press.
Caple, Helen. 2003. Photojournalism: A Social Semiotic Approach. Hampshire: Palgrave Macmillan.
Halliday, M. A. K. 1994. An Introduction to Functional Grammar. London: Edward Arnold
Herdiansyah, Haris. 2010. Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu Sosial. Jakarta: Salemba Humanika
Kress, G, & Van Leeuwen, T. 1996. Reading Images The Grammar of Visual Design. New York Routledge.
Kress, Gunther and Theo van Leeuwen. 2001. Multimodal Discourse: The Modes and Media of Contemporary Communication. Oxford UK: Oxford University Press
Kress, Gunther and Theo van Leeuwen. 2005. Introduction Social Semiotics. Routledge: New York
Kress, Gunther and Theo van Leeuwen. 2006. Reading Images: The Grammar of Visual Design. Routledge: New York
Martadi. 2003. Reposisi Citra Melalui Logo : Studi Kasus Perubahan Logo PT Pos Indonesia, Nirmana Volume 4
McNair, Brian. 2003. An Introduction To Political Communication. London and New York: Routledge
Meleong, Lexy J. 2017. Metode Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya
Piliang, Yasraf Amir. 2006. Transpolitika: dinamika politik di dalam era virtualitas. Yogyakarta: Jalasutra.
Piliang, Yasraf Amir. 1998. Sebuah Dunia yang Dilipat: Realitas Kehidupan Menjelang Milenium Ketiga dan Matinya Postmodernisme. Bandung: Mizan
Piliang, Yasraf Amir. 2011. Dunia Yang Dilipat: Tamasya Melalui Batas-Batas Kebudayaan. Bandung: Matahari
Sarup, Madan. 2003. Poststukturalisme dan Postmodernisme, Sebuah Pengantar Kritis. Yogyakarta: Penerbit Jendela
Sudjana, Nana. & Ibrahim. 1989. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Bandung: Sinar Baru
Damayanti, Novita dan Radja Erland Hamzah. 2017. Strategi Kampanye Politik Pasangan Jokowi-JK Pada Pemilihan Presiden 2014. Wacana Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi. Vol. 16, No. 2 (Hal. 279-290)
Piliang, Yasraf Amir. 2001. Postmodernisme dan Ekstasi Komunikasi. Mediator Jurnal Komunikasi. Vol. 2, No. 2 (Hal. 165-176)
Imran, A.H. 2015. Semiotika Sosial dan Analisis Teks Dalam Penelitian Komunikasi Pendekatan Kualitatif Berbasis Teks. Jurnal Studi Komunikasi dan Media. Vol. 19 No.2 (Hal:148-158)