Call Center 119 DKI Jakarta, Terobosan Pelayanan Kesehatan Kegawatdaruratan
DOI:
https://doi.org/10.32509/petanda.v3i2.1978Keywords:
Kebijakan, Inovasi Pelayanan Publik Kesehatan, Call Center 119Abstract
Dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan, Pemerintah Daerah Propinsi DKI Jakarta meluncurkan inovasi layanan Call Center SPGDT 119. Penulisan penelitian ini bertujuan untuk menganalisa inovasi dan kualitas layanan Call Center SPGDT 119. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Call Center SPGDT 119 adalah inovasi proses pemberian layanan kegawatdaruratan kepada masyarakat karena memberikan cara baru dalam pelayanannya. Terdapat tiga penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia, yaitu penyakit cerebrovascular, kecelakaan lalu lintas dan penyakit jantung iskemik. Kebijakan pelayanan ini merupakan inovasi proses pemberian layanan kegawatdaruratan kepada masyarakat dengan cara baru dalam pelayanan yang berkualitas baik. Temuan baru dalam layanan ini adalah perlunya menjadikan Call Center SPGDT 119 sebagai sistem gawat darurat secara nasional dengan bekerja sama dengan Pihak Kepolisian dan Pemadam Kebakaran, dan menjaga kualitas layanan melalui evaluasi kinerja setiap satu bulan sekali.References
Akbar, R., Aradea, dan A.I Gufroni, (2011) Alternatif Pemilihan Sistem Antrian Call Center sebagai Pusat Layanan Bencana Alam. Seminar Nasional Informatika. ISSN: 1979-2328.
Clark, John, Barbara Good, Paul Simmonds (Technopolis Group), (2008) Innovation Index: 2008. Summer Mini-Projects. Mini-project 4: Innovation in the public and third sectors. United Kingdom, a report commissioned by NESTA. [Internet] Available from: <http://api.ning.com/files/NjHDmKPq-vBcrv6PPMUGEdsV-sDsrlWdYQ8RIpkvml1PpWNEJD szessnqcxQgkp88ej99O-VmSPNbrTL*PiIcpfe3KIdEcZU/42.InnovationinthePublicandThirdSec torsSimmondsetal.pdf> (Accessed: 12 Januari 2014).
Hatta, G, (2011). Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan. Jakarta: UI Press.
Hendroyono, Agus. (2005). Mutu Pelayanan Kesehatan & Service Recovery. Jakarta, Bumi Aksara.
Hiromi Yamamoto, (2003). New Publik Management: Japan’s Practice, (Japan: Institute for International Policy Studies.
Humas Bina Upaya Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Kebijakan Kemenkes dalam Sistem Penaggulangan Terpadu (SPGDT) dan Bencana. [Internet] Available from: http://buk.depkes.go.id/index.php?option=comcontent&view=article&id=134:kebijakan-kemenkes-dalam-sistem-penanggulangan-gawat-darurat-terpadu-spgdt-dan-bencana> (Accesed: 29 September 2016).
Journal of The Academy Marketing Science. No. 2 Vol 28 p 239-247.
Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 192/Menkes/SK/ VI/ 2012, tentang Roadmap Rencana Aksi Penguatan Sistem Informasi Kesehatan indonesia.
Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No. 63. Tahun 2003 Tentang Pedoman Umum Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Jakarta, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia.
Koole, G dan Avishai, Muhamad, (2002). Queueing Models of Call Centers An Introduction. Annal of Operations Research. 133: 41-59
Kurniawan, Agung, (2005). Transformasi Pelayanan Publik. Jogjakarta, Pembaruan. Lembaga Administrasi Negara. (2003) Pelayanan Publik. Jakarta, STIA-LAN Press.
Lukas, Bryan A., and O.C Ferrel, (2000) The Effect of Market Orientation on Product Innovation.
Maslahah, K, (2011). Analisis sistem informasi perpustakaan IAIN Surakarta dengan Metode PIECES. (Jurnal IduLib) ISSN: 2089-6549, pp.127-140. 1 November.
Muluk, M.R Khairul, (2008). Knowledge Management: Kunci Sukses Inovasi Pemerintahan Daerah.
Malang, Bayumedia.Nazir, Mohamad. (2005). Metode Penelitian. Jakarta, Ghalia Indonesia.
Noor, Irwan, (2013). Desain Inovasi Pemerintah Daerah. Malang, UB Press.
Osborne, David & Ted Gaebler, (1992). Reinventing Government: How The Entrepreneurial Spirit is.
Prawira, M. A., Noor, I., Nuraini, F, (2014). Inovasi Layanan (Studi Kasus Call Center 119 Sebagai Layanan Gawat Darurat Pada Dinkes Provinsi DKI Jakarta) Jurnal Administrasi Publik.Vol 2. No. 4, Hal. 715-721.
Sabarguna, S. B, (2009). Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit. Yogyakarta: Konsorsium.
Samodra Wibawa, New Publik Management sebagai Model Administrasi Kabupaten, (Yogyakarta: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2002)
Sinambela, Lijan Poltak, (2006). Reformasi Pelayanan Publik: Teori, Kebijakan, dan Implementasinya. Jakarta, Bumi Aksara.
Sugiyono (2008). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Bandung, Alfabeta.
Suwarno, Yogi dan Ikhsan, (2006) Standar Pelayanan Publik di Daerah. Jurnal Inovasi Pelayanan Publik Vol II/No.1.
Suwarno, Yogi, (2008). Inovasi di Sektor Publik. Jakarta, STIA-LAN Press. Tjiptono, Fandy. (1996) Manajemen Jasa. Yogyakarta, Andi.
Transforming The Public Sector. New York, A William Patrick Book.
Whitten, J. L., Bentley, L. D., Dittman, K. C, (2007). System Analysis and Design Methods, seventh edition. Boston: McGraw-Hill Irwin.